Dezember 2016
Mo
Di
Mi
Do
Fr
Sa
So
 
 
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
You need Flash 9.0.28 or higher and JavaScript to view this element
You need Flash 9.0.28 or higher and JavaScript to view this element

JARO JARINGAN RANO MENJALIN SILATURAHMI WARGA BANTEN UNTUK KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PROVINSI BANTEN


Liputan6.com, Serang - Sebanyak 70 kafilah atau peserta MTQ ke-26 dari Provinsi Banten akan diberangkatkan umrah. Ini merupakan hadiah bonus dari Pemprov Banten lantaran tim tersebut telah berhasil meraih juara umum pada perhelatan MTQ Nasional di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya akan memberangkatkan hampir 70 orang berangkat umrah," kata Gubernur Banten Rano Karno di Kota Serang, Banten, Selasa 9 Agustus 2016.

Dia berharap, para qari-qariah Banten yang berhasil menyabet juara umum dapat mewakili Indonesia dalam perlombaan MTQ Internasional.

"Semoga qari-qariah asal Banten bisa mewakili Indonesia di MTQ tingkat internasional," tutur Rano.

Kemenangan juara umum setelah 16 tahun penantian ini dianggap Rano sebagai momentum kebangkitan Islam di Bumi Seribu Kiai, Sejuta Santri tersebut. "Mudah-mudahan ini menjadi ruh awal pembangunan Banten," ucap Rano.

Piala bergilir Presiden Republik Indonesia untuk Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-26 bakal diarak keliling Kota Serang, Banten. Rencananya acara arak-arakan piala tersebut dilakukan hari ini.

                                      
   INI ALASAN JARO DUKUNG RANO
I

SERANG – Relawan yang menamakan diri sebagai Jaro (Jaringan Rano) siap memenangkan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief. Ketua Jaro Nikita Kruschev mengklaim jaringan relawan ini sudah terbentuk sejak enam bulan lalu sebelum Rano Karno menyatakan kesediannya untuk kembali maju dalam Pilgub Banten 2017.

“Kita sudah membuat jaringan mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat RT,” kata Ketua Jaro Nikita Kurchev kepada wartawan, Jumat (21/10/2016).

Nikita mengatakan, menilik sejarah masyarakat Banten yang mayoritas suku sunda, ia bersama jaringan relawan menerapkan pola strukturisasi pemerintahan era Banten pada saat masuk dalam wilayah administratif kerajaan Pajajaran. “Sebab Banten tidak lepas dari sejarah,” katanya.

Sistem organisasi Jaro dari mulai struktur tertinggi terdiri dari Jaro Olot (Puun) atau Pupuhu untuk tingkat provinsi, dan Puun Dalem atau Sanghiyang untuk wilayah kabupaten dan kota, serta Pucuk Umun di tingkat kecamatan. Di tingkat kelurahan dipimmpin oleh Jaro Tangtu dan di tingkat RT dippimpin oleh Jaro Warega.

“Kami ingin membuat gerakan dengan mengawinkan budaya lama dengan struktur organisasi modern,” terangnya.

Terkait bakal calon yang diusung yakni Rano Karno, Nikita melihat kepemimpinan pemeran Si Doel Anak Sekolahan tersebut mampu membuat jaringan kuat antara pusat dan daerah.
“Antara pusat dan daerah sudah sinergi. Karena Rano merupakan figur bisa membuat sejalan program pusat di daerah. Rano juga sudah menjalankan nawacita seperti apa yang diinginkan Pak Jokowi,” kata Nikita.

Lebih lanjut, Nikita menambahkan, citra Banten yang terpuruk oleh kasus korupsi perlu segera dibenahi. “Dia (Rano) bukan koruptor. Kita lelah dua kali gubernur Banten ditngkap karena kasus yang sama. Kita melihat Rano sebagai pemimpin yang mau berbenah mencari jalan lurus. Lihat saja sekarang proyek pengerjaan jalan sudah dikerjakan sesuai aturan,” kata Nikita.

Bukti lain yang ia sodorkan, yakni hasil investigasi Jaro pada pemerintahan saat ini tidak ada istilah setoran untuk pimpinan. “Di samping itu, dengan popularitasnya, lebih mudah bagi kami untuk memasarkan Rano,” katanya.

Dengan modal tetrsebut, bukan berarti Jaro berpangku tangan. Sebab, kata dia, popularitas tidak mendatangkan elektabilitas tanpa kerja keras dan sosialisasi yang massif hingga akar rumput.

“Sosialisasi memberikan pemahaman terhadap masyarakat yang kurang paham, kita beri pemahaman. Semboyan Banten, Iman dan Taqwa itu butuh orang bersih yang menjalankannya,” tandasnya.

Sekjen Jaro, Rai Sukma menambahkan bahwa Banten saat ini membutuhkan politisi yang acceptable, secara hukum efektif, secara administrasi efisien. “Tidak mungkin menjadi pemerintahan yang baik jika di dalamnya orangnya tidak baik,” imbuhnya. (You/Red)